Hari itu Ponirun tampak parlente. Ia baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan yang cukup bonafide. Berpakaian jas warna merah lengkap dengan dasi warna hijau celana kotak-kotak dan kemeja warna biru. Sambil menenteng tas kerja merek terkenal, Ponirun bergegas menuju kantornya.
Tiba-tiba seorang anak muncul dan bertanya, “Maaf oom, boleh tanya, kan.
Sekarang jam berapa yah...???” Ponirun dengan gaya elegan plus macho, melipat lengan kirinya di depan dada, melihat jam tangannya dan berkata, “Sekarang jam tiga kurang seperempat”. Anak itu mengucapkan terimakasih,
lalu berkata, “Tepat jam tiga nanti oom boleh cium pantat saya”. Kemudian anak itu pun melarikan diri.
Ponirun sangat terkejut. Doi merasa dilecehkan. Dan ia pun segera mengejar si anak untuk memberikan pelajaran.
Ketika sedang berlari, Jono sahabatnya melihat dan menghentikannya, “Ada apa kamu lari-lari begitu, Run??” tanya Jono.
Sambil menunjuk si anak, Ponirun bercerita, “Anak itu bertanya jam berapa, lalu aku menjawab jam tiga kurang seperempat. Eeeee, ia bilang jam tiga tepat aku boleh mencium pantatnya”.
Jono pun melihat jam dan berkata, “Lho, masih sepuluh menit lagi, kenapa mesti buru-buru...!!!!”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar